Posts

Tenaga Dalam di aspek Niat dan perbuatan

Dalam tubuh manusia, ada dua jenis tenaga, tenaga kasar dan tenaga halus. Tenaga kasar menggerakkan otot dan tulang, lahir dari makanan, latihan, dan pernapasan. Sedangkan tenaga halus berasal dari niat, dari keinginan batin yang paling dalam. Keduanya berpadu di titik yang disebut rasa, di sanalah ilmu tenaga dalam sejati lahir. Ketika seseorang menyalurkan niat dengan kesadaran penuh, ia menggerakkan sesuatu yang lebih halus dari otot, gelombang batin. Gelombang ini mengalir melalui napas, menyatu dengan aliran darah, lalu keluar lewat pandangan, sentuhan, bahkan diam. Maka, pendekar sejati tak perlu mengeraskan tubuh, cukup mengeraskan niat dan meneguhkan rasa. Tenaga dalam bukanlah soal kuat atau sakti, melainkan soal selaras. Jika niatmu bimbang, tenaga pun tercerai. Jika niatmu lurus dan jernih, tenaga mengalir tanpa hambatan. Seorang guru pernah berkata, ketika niatmu tak lagi untuk menaklukkan, tapi untuk menyatu, barulah tenaga dalammu menjadi kehidupan itu sendiri. Segala ses...

Amalan secara umumnya di dunia silat

Kalau kita renungkan, orang-orang terdahulu  terutama para ulama, wali, dan leluhur Nusantara mereka tidak pernah berniat menambahkan sesuatu yang asing ke dalam agama. Mereka justru berusaha  menghadirkan agama dalam setiap aspek kehidupan sehari-hari , sehingga ajaran ilahi menjadi bagian dari perilaku, kebiasaan, dan kebudayaan. Misalnya, cara mereka bertani, berdagang, berperang, atau bahkan seni dan silat, semuanya dijalankan dengan kesadaran bahwa  ada aturan Tuhan yang harus dijaga dan memahami di atas langit masih ada langit . Tidak ada yang sekadar ritual formal di masjid atau musholla, tetapi agama hadir dalam cara mereka berbicara, bersikap, dan menghormati sesama. Itulah sebabnya banyak tradisi lokal Nusantara kalau kita lihat, dari wirid, doa, mantera, hingga seni bela diri  sangat  terlihat menyatu dengan budaya. Bukan karena menambah agama, tapi karena  agama dijadikan pedoman hidup  dalam setiap gerak dan napas. Dengan ca...

Beramalan dengan Surah Al-fatihah

Tentangnya Al-Fatihah dikenal sebagai Ummul Kitab, induk dari seluruh Al-Qur’an. Ia mengandung pujian, doa, dan permohonan petunjuk yang menjadikan setiap pembacanya merasa terhubung langsung dengan Sang Pencipta. Dalam tradisi Islam, ia diyakini membuka jalan kebaikan, mendatangkan rahmat, menenangkan hati, dan menjadi doa penyembuh bagi tubuh serta jiwa. Dari sisi modern, pembacaan Al-Fatihah dengan khusyuk menyerupai meditasi, menurunkan stres, menyeimbangkan pernapasan, dan melatih fokus sehingga pikiran lebih jernih. Karena itu, ia dipandang sebagai kunci segala doa, pintu masuk menuju ketenangan batin dan keberkahan hidup. Al-Fatihah jika di simak, adalah sebuah doa yang menyatukan pujian, harapan, dan permohonan manusia kepada Tuhannya. Ia disebut pembuka karena setiap langkah ibadah dimulai dengannya, dan karena di dalamnya tersimpan inti dari seluruh ajaran Al-Qur’an: pengakuan terhadap keesaan Allah, pengharapan akan rahmat-Nya, serta permintaan agar ditunjukkan jalan yang lu...